Jepang Mencengkeram Pedesaan
Untuk tujuan perang, Jepang memobilisasi dan mengontrol rakyat hingga pedesaan.
Siapa Sebenarnya Ayah Ken Arok ?
Ayah sebenarnya Ken Arok adalah seorang penguasa. Dia dilambangkan dengan dewa Brahma.
Catatan Hitam Pendukung Kemerdekaan
Sejumlah tentara Jepang membelot ke pihak Indonesia. Mereka masuk catatan hitam.
Gelombang Sejarah Radio
Radio hadir di negeri ini hampir seabad lalu.
Empat Puluh Tahun Mencari Tan Malaka
Sejarawan Belanda ini kepincut menelusuri riwayat hidup Tan Malaka. Separuh lebih umurnya digunakan untuk meneliti pejuang revolusioner Indonesia itu.
Olahraga Simbol Kedaulatan
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar untuk menunjukkan kedaulatan Indonesia.
TERBARU
Satu dekade kepergian Munir. Kasusnya diselubungi misteri karena ketidaksungguhan pemerintah. Namun, publik tetap menolak lupa.
Mano in fica, simbol sanggama pada meriam Si Jagur. Pernah diyakini perempuan dapat memberikan kesuburan.
Bambu runcing dikembangkan semasa pendudukan Jepang. Ia dikenal dengan sebutan takeyari.
Stelsel Benteng melemahkan pasukan Diponegoro. Namun, dia baru dapat ditaklukkan dengan strategi budaya.
Selain bergerilya, Rahmat Shigeru Ono membuat dan menerjemahkan buku rangkuman taktik perang dan buku tentang taktik khusus perang gerilya untuk tentara Indonesia.
KRONIKA
Balapan ini bermula dari tujuan pemujaan terhadap dewa-dewi. Namun kemudian justru dilarang.                           
Ini cerita dari negeri studi banding. Lakonnya soal Palang dan Bulan.                                                  
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.       
Sukarno mengangkatnya menjadi pelukis Istana. Gerakan 30 September membuatnya hijrah ke Singapura dan dianggap sebagai pelukis besar Singapura.
Membaca novel ini kita seolah tak menemukan diri penulisnya, atau kekuatan karya-karya dia sebelumnya.                 
Diam-diam Pangeran Bernhard menyokong aksi Westerling. Berambisi jadi raja muda.                                       
HISTORIA CHANNEL
Logo Button 125x62
Majalah Historia Headquarters
Jl. Wahid Hasyim No. 194 | Jakarta Pusat | Indonesia
Historia © 2012 | Privacy Policy
del