Diponegoro, Ikon Perjuangan Kaum Pergerakan
Kalangan pergerakan dari komunis, nasionalis dan agama, memakai citra Diponegoro sebagai ikon perjuangan.
Yasuke Si Samurai Hitam

Seorang budak asal Afrika menjadi tangan kanan Oda Nobunaga. Dia menjalani hidup layaknya samurai.

Palu Arit Selalu Bikin Sengit
Palu arit melambangkan kaum pekerja industri dan petani. Ia terlarang di masa kolonial dan Orde Baru, bahkan hingga kini.
Berpesta di Braga
Hiburan eksklusif di Sociëteit Concordia hanya bisa dinikmati kalangan elite Eropa. Di sanalah mereka luapkan hasrat berpesta.
Tinju Kiri Ali di Jakarta
Dalam lawatan pertamanya ke Jakarta, Ali membuat petinju asal Belanda, Rudi Lubbers, babak belur.
Perempuan yang
Inggit Garnasih menemani Sukarno dalam suka-duka perjuangan. Dia mengantarkannya ke muka gerbang kemerdekaan.
TERBARU
Di tengah Perang Dingin, USS Triton menyelami lautan untuk melaksanakan misi rahasia mengelilingi dunia.
Sejak kali pertama diperdengarkan, kaum bumiputera biasa berdiri dan ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan.
Sebuah kamus percakapan Belanda-Melayu lahir di penjara Kesultanan Aceh. Ia menjadi pedoman para pelayar Eropa yang hendak menyusuri Hindia.
Pelaut Makassar berlayar ke Australia untuk mencari teripang, jauh sebelum orang Barat mengenal benua itu.
Saputangan jadi tanda cinta sepasang kekasih. Ia kemudian dimitoskan akan membuat putus hubungan.
KRONIKA
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Historia memilih 50 Perempuan yang memainkan peran di berbagai bidang dalam sejarah di Indonesia.
Ratu Syarifah Fatimah berambisi menguasai Kesultanan Banten. VOC mendukungnya, tapi kemudian membuangnya ke Pulau Edam.
Dia abaikan mekanisme demokrasi. Sosialisme Indonesia buntu di tengah jalan.                                           
Orang seringkali tak melirik keberadaannya, padahal perannya sangat penting. Di masa Revolusi 1945, mereka tak mempedulikan jiwanya demi menyelamatkan banyak nyawa.
Dulu pakai batu, sekarang pakai sabun.                                                                                 
Sebuah buku yang menggugat sejarah sekaligus menyuguhkan versi sejarah yang baru.                                      
Ancaman tak menggoyahkan seorang perempuan Tionghoa yang tinggal di Batavia untuk terus melawan perdagangan perempuan. 
HISTORIA CHANNEL
Logo Button 125x62
Majalah Historia Headquarters
Jl. Wahid Hasyim No. 194 | Jakarta Pusat | Indonesia
Historia © 2012 | Privacy Policy
del