Moncong Meriam Menodong Istana
Percobaan "separuh kudeta" dilakukan militer menuntut pembubaran parlemen. Berujung gagal karena Sukarno menolak menjadi diktator.
Sarengat yang Melesat
Sarengat manusia tercepat di Asia. Berprestasi di bidangnya sekaligus menjadi dokter. Dia contoh yang baik sebagai atlet.
Balas Dendam Paman Sam
Tak terima seorang warganya tewas di tangan pejuang pembebasan Palestina, pemerintahan Ronald Reagan melakukan pembalasan.
Denting Alunan Gamelan Raffles
Raffles membawa dua perangkat gamelan Jawa hasil jarahan dari keraton Yogyakarta, ke Inggris. Dia jadi orang pertama yang mengenalkan gamelan kepada kultur Eropa.
Samaun Bakri, Utusan dan Kepercayaan Sukarno
Dia menjadi kurir dan kepercayaan Sukarno. Gugur ketika bertugas membawa emas untuk membeli pesawat.
Asa Jawa-Suriname Buyar di Negeri Asal
Keinginan kembali dan memperbaiki nasib di negeri sendiri gagal karena kurang modal dan tanah susah diolah. Mereka kembali ke "negeri pengasingan."
TERBARU
Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.
Gandhi adalah kemenangan dari pertempuran tanpa kekerasan.
Terpicu pidato Sukarno soal kepribadian nasional, seorang penulis menggagas aksara kesatuan.
Kerap menepis keterlibatan Sukarno dalam peristiwa G30S yang dilontarkan sejawatnya, Maulwi Saelan bukan hanya penjaga fisik Sukarno tapi juga nama baiknya.
Presiden Sukarno dituduh mengetahui dan merestui aksi penculikan jenderal. Maulwi Saelan, mantan pengawalnya membantah keterangan itu.
KRONIKA
Tak seperti ayah dan suaminya yang gemar pada permata, dia memilih menjaga kesehatan kas kerajaan.                     
Orde Lama versus Orde Baru. Apa yang baru dari Orde Lama? Dan apa yang lama dalam Orde Baru?                           
Dia menjadi tokoh gerakan keagamaan Kristen Jawa yang mengabarkan Injil dengan tembang dan wayang.                     
Pompadour, gaya rambut pria terkini, sudah dikenal lebih awal di Thailand dan Kamboja.                                 
Membaca novel ini kita seolah tak menemukan diri penulisnya, atau kekuatan karya-karya dia sebelumnya.                 
Dia berperan penting pada hari-hari buncit menjelang proklamasi. Hidupnya berakhir tragis.                             
HISTORIA CHANNEL
Logo Button 125x62
Majalah Historia Headquarters
Jl. Wahid Hasyim No. 194 | Jakarta Pusat | Indonesia
Historia © 2012 | Privacy Policy
del