Kajian Ilmuwan Jinakkan Diponegoro
Stelsel Benteng melemahkan pasukan Diponegoro. Namun, dia baru dapat ditaklukkan dengan strategi budaya.
Shigeru Ono, Pejuang Jepang Telah Berpulang
Selain bergerilya, Rahmat Shigeru Ono membuat dan menerjemahkan buku rangkuman taktik perang dan buku tentang taktik khusus perang gerilya untuk tentara Indonesia.
Meledakkan Borobudur
Sekelompok orang meledakkan Borobudur. Kasus ini masih menjadi misteri.
Memvisualisasikan Jejak Boedi Oetomo
Arsip-arsip Boedi Oetomo dipamerkan. Lintasan sejarahnya divisualisasikan supaya anak muda mau belajar sejarah.
Dapur Umum: Dapur Ngebul, Senapan Ngepul
Tanpa kehadiran perempuan-perempuan tangguh di dapur umum, usia perjuangan bisa jadi tak bertahan lama.
Tomegoro Yoshizumi, Intel Negeri Sakura
Jepang mengirim pasukannya ke Indonesia untuk mendudukinya. Tapi serdadu yang satu ini justru mempersembahkan hidupnya buat Indonesia.
TERBARU
Bendera pusaka merah putih yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945 bukan terbuat dari kain seprai dan tenda warung soto.
Perdebatan aborsi mengemuka sejak zaman Yunani Kuno. Pangkalnya pada kapan janin mempunyai jiwa.
Kalau pun Sukarno-Hatta tidak dilarikan ke Rengasdengklok, proklamasi kemerdekaan tetap akan terjadi pada 16 Agustus 1945.
Mohammad Hatta berjanji baru akan menikah setelah Indonesia merdeka.
Arca dwarapala Muarajambi memiliki figur berbeda, berwujud laiknya manusia sebagai penolak pengaruh asing di kawasan Muarajambi.
KRONIKA
Selain cantik, mereka harus berpengetahuan luas dan mahir bermain musik. Mereka menjadi teman para pembesar Athena, Yunani.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi persoalan dengan masa lalunya.                                     
G30S menimbulkan dendam sejarah yang berkepanjangan. Melalui kearifan sejarah, dendam itu diharapkan dapat diredam.    
Bagi negara, perempuan merupakan ancaman bagi kemapanan sistem sosial dan ekonomi sehingga harus dikendalikan.         
Para ekonom mengajak militer untuk mengawal pembangunan ekonomi Orde Baru.                                             
Sebagai perwira militer Jepang, tugasnya membuat dan menjalankan propaganda untuk tujuan perang. Suatu usaha yang justru menggiatkan usaha berkesenian di Indonesia.
HISTORIA CHANNEL
Logo Button 125x62
Majalah Historia Headquarters
Jl. Wahid Hasyim No. 194 | Jakarta Pusat | Indonesia
Historia © 2012 | Privacy Policy
del